Jambi - Kandungan kolesterol dalam minyak curah ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan minyak kemasan. Hal tersebut, disampaikan Sri Argunaini selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (19/2/2020).

"Efeknya cuman kelosterolnya lebih tinggi dibandingkan minyak kemasan. Seperti goreng-gorengan dan nasi uduk, itukan kebanyakan menggunakan minyak curah," kata Sri.

Dijelaskan Sri, minyak curah sebenarnya bagus akan tetapi diragukan kesehatan, kehiginiesan dan kebersihan, serta kualitasnya. 

Maka dari itu, dirinya menghimbau kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan minyak curah agar mengunakannya maksimal dua kali penggorengan.

"Mereka (Pkl-Red) itukan kebanyakan menggunakan minyak curah, kalau mengunakan minyak kemasan keuntungannya kan sedikit," sebutnya. 

Sri juga menghimbau kepada masyarakat Jambi agar menjadi konsumen yang cerdas, kurangi jajan diluar yang dicurigai menggunakan minyak curah.

"Kalau masyarakat banyak jajan diluar makin banyak nanti penyakitnya. Mau sehat, goreng saja dirumah sendiri mengunakan minyak kemasan," himbaunya.

Apabila kedepan ada arahan dari Menteri Perdagangan (Mendag) untuk merubah dari minyak curah menjadi minyak kemasan, pihaknya akan mendorong kepada seluruh pelaku usaha distributor minyak curah untuk dijadikan minyak kemasan.

"Memang kalau dijadikan minyak kemasan harganya berbeda, nanti kalau memang masih bertebaran kita akan mencoba pengawasan secepatnya," tandasnya. (uya)