Jambi - Maraknya isu beredarnya beras plastik yang terdapat di Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu membuat resah masyarakat se-Indonesia. Menanggapi hal tersebut, tim Satgas Pangan Provinsi Jambi memastikan tidak ada beras plastik yang beredar di Provinsi Jambi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi mengatakan pihaknya telah melakukan uji laboratorium tentang kualitas mutu beras pada akhir Desember 2019.
"Kita ambil 18 sampel beras yang terdapat di seluruh Kabupaten Kota Provinsi Jambi," ujarnya di Gedung Direktorat Reskrimsus Polda Jambi, Senin (13/1/2020).
Dijelaskan Amir Hasbi, dalam melakukan uji laboratorium terhadap sampel yang telah diambil, pihaknya juga mengecek indikator derajat sosoh dan kadar air untuk mengetahui keaslian beras.
"Derajat sosoh untuk mengetahui keaslian beras dan jika beras itu tidak mengandung kadar air sesuai Permentan nomor 31 tahun 2017 berarti bukan beras asli," jelasnya.
Dalam uji laboratorium tersebut, juga mencermati dari beras kepala dan beras batangnya untuk melihat keaslian beras secara fisik. Setelah dilakukan uji laboratorium, hasilnya seluruh sampel tersebut merupakan beras asli tidak ada yang mengandung beras plastik.
"Kita tidak temukan beras plastik di Provinsi Jambi, semua sampel yang telah diuji laboratorium beras asli artinya tidak ada beras plastik yang beredar di masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Divre Jambi Bakhtiar menyampaikan pendistribusian beras bulog kepada mitra telah terverifikasi dan sudah teruji melalui laboratorium.
"Beras bulog aman untuk dikonsumsi, masyarakat diharapkan jangan terpengaruh akan adanya isu yang beredar," ujarnya.
Ia menegaskan beras bulog yang beredar di Provinsi Jambi sangat aman untuk dikonsumsi.
"Kami jamin keabsahan dan kebenarannya beras bulog, jadi masyarakat tetap tenang," tandasnya.
Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi juga menegaskan tidak ada beras plastik yang beredar di tengah masyarakat Provinsi Jambi.
Ia berharap masyarakat silahkan untuk mengkonsumsi beras, sebab tim satgas pangan selalu memantau pendistribusian bahan pokok di Provinsi Jambi termasuk beras.
"Tim satgas pangan ini dibentuk, untuk memberikan suatu kepercayaan kepada masyarakat agar dapat mengkonsumsi bahan pokok dengan aman," ujarnya. (uya)