Batanghari - Warga Sungai Abang RT 03 dan RT 04 LK II Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Muara Tembesi, dihebohkan dengan kedatangan Han Myung Ho (84) asal Seoul Korea Selatan, Sabtu kemaren (24/08/2019). Kedatangan Han, bersama temannya Kim ini, pas ketika warga sedang mengadakan acara masak-masak dan pasang tenda pernikahan anak gadis pasangan Sofi dan Hani. Kedatangan Han tersebut disambut dengan tangisan warga, terutama Widiati (53), ibunda dari Hani. Siapakah Han Myung Ho?
Ternyata, Han Myung Ho alias Muhammad Johan, adalah merupakan suami dari Widiati yang sejak 35 tahun nan lalu pulang ke Seoul dan tak ada khabar lagi. Tangisan Widiati beserta anak cucunya, yang merupakan cucu kandung dari Han sendiri, berubah menjadi kegembiraan yang tiada tara.
Khabarnya, saking senangnya Han atas kepulangannya ini, langsung membagikan oleh-oleh untuk sang istri, anak menantu serta cucunya, serta mertuanya Basiah. Tak hanya oleh-oleh, Han juga membagikan uang pecahan 20 Dollar kepada masing-masing keluarga dan kerabat Widiati, termasuk tetangga sekitarnya.
Kepada Halojambinews, Minggu (25/08/2019), Han yang masih fasih berbahasa Indonesia ini, mengungkapkan bahwa kedatangnya adalah merupakan kerinduan panjang selama 35 tahun di Korea Selatan.
" Saya rindu dengan istri saya Widiati, dan anak saya Hani yang saya tinggalkan selama 35 tahun. Saya di Korea juga punya istri dan 3 orang anak. Dua laki-laki dan satu wanita. Selama di Korea, saya selalu ingat istri dan anak di Jambi, dan berniat satu saat saya akan datang ke sini" ungkap Han.
Lanjut Han, pertemuannya dengan Widiati, terjadi pada 1980 nan silam, tatkala sedang dalam pengerjaan proyek jembatan panjang Muara Tembesi. Kala itu, Widiati berumur 14 tahun, dan merupakan kembang desa nan cantik, sehingga membuat Han jatuh hati.
" Pada 1980 di waktu saya sedang dalam tahap pengerjaan proyek pembangunan jembatan panjang Muara Tembesi, pada suatu saat, saya kenalan dengan Widiati warga Sungai Abang. Widiati cantik, dan membuat saya jatuh hati, kemudian melamarnya. Pada waktu itu umur saya 50 tahun. " terang Han.
Setelah menikah, kemudian lahirlah anak pertama Han dan Widiati, yang diberi nama Hani.
Ketika Hani berusia dua tahun, Widiati sedang mengandung anak kedua Han. Tak lama kemudian, pengerjaan jembatan selesai, Han kembali ke Korsel.
" Di waktu mengandung anak kedua, suami saya kembali ke Korsel untuk kembali berkumpul kembali dengan keluarganya. Setelah anak kedua, yang diberi nama Sri, kemudian kontak dengan suaminya, terputus." ucap Widiati.
Tanpa Han, Widiati selama puluhan tahun berusaha membesarkan kedua anaknya sampai dewasa. Hani sudah menikah dan punya anak dua. Sementara Sri, malahan sudah punya cucu.
" Selama 35 tahun terpisah oleh jarak dan waktu, serta putus komunikasi, tiba-tiba suami saya datang. Hati siapa yang tak terkejut? Kegundahan hati selama ini akhirnya menjadi tangisan kebahagiaan oleh saya, anak dan cucu serta cicit, yang merupakan keturunan dari Ham Myung Ho" papar Widiati sambil tersenyum.
Han sendiri di samping istrinya mengatakan bahwa walaupun dirinya di Korea Selatan, namun hatinya ada di Muara Tembesi Jambi.
" Badan saya di Korea, tapi hati saya ada di sini " beber Han, yang disambut dengan tepuk tangan warga yang berdatangan ingin melepas kerinduan dengan Han.
Rencananya, Han akan membawa Widiati ke Korea Selatan, untuk menemaninya di hari tua. Istri pertama Han, sudah meninggal dunia.
" Ya, saya akan bawa Widiati ke Korea untuk menjaga saya di hari tua. Saya udah puas. Anak anak sudah besar, dan mandiri. " tutur Han sesekali menyeka air matanya.
Banyaknya warga yang datang untuk bertemu Han, karena dulu Han orangnya baik, supel, suka bergaul dan suka membantu warga. Banyaknya warga yang datang, yang dulunya ada merupakan kawan Han, membuat Han menangis bahagia. (Fri)