Jambi - Organisasi pencak silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kota Jambi mengaku prihatin atas maraknya penyebaran konten-konten yang berbau radikalisme di media sosial. Maraknya konten tersebut mengindikasikan bahwa radikalisme masih tumbuh subur ditengah-tengah masyarakat dan bahkan sudah masuk kedalam institusi pemerintah, institusi pendidikan serta tempat ibadah. 

Berkembangnya Radikalisme dan Terorisme banyak melalui media cetak, media daring, dan media sosial. Bahkan, para pengikut paham ini dibaiat tanpa harus bertemu secara langsung, hanya dengan melalui telepon pintar saja sudah cukup.

Ketua PC Pagar Nusa Kota Jambi periode 2020-2025, Irwan Sundahal mengatakan dibutuhkan adanya kerjasama semua pihak dalam menangkal penyebaran paham-paham radikal baik di media sosial dan ditempat-tempat pengajian maupun forum-forum diskusi. Perlu untuk menjadi penekanan kita bersama bahwa memerangi radikalisme dan terorisme bukan berarti memerangi Islam, sebab dalam ajaran agama Islam tidak mengenal adanya Radikalisme dan Terorisme. Agama Islam maupun agama lain yang ada di Indonesia menolak Radikalisme dan Terorisme.

Pengaruh radikalisme sudah sangat jelas merusak jiwa masyarakat. Orang-orang yang mengaku beragama dan sok suci, sudah sedemikian kejinya sehingga suka memfitnah dan menuduh tanpa bukti. Lalu menyakiti, menganiaya bahkan membunuh dengan alasan agama.

Irwan Sundahal menegaskan sikap Pagar Nusa akan selalu berjalan seiring dengan para ulama Nahdlatul Ulama dan badan otonom lain seperti Banser dan Ansor. Oganisasi para pesilat NU ini juga menyatakan siap mengamankan Republik Indonesia dari upaya memecah belah dan paham radikal. (uya)