Jambi - Menjelang puasa, Dalam rangka stabilisasi harga dan ketersediaan stock bahan pokok Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi memberikan bawang putih murah kepada pedagang yang berjualan di Pasar Angso Duo Baru. 

Bawang putih yang diberikan kepada setiap pedagang sebanyak 20 Kg yang dibanderol dengan harga Rp 450 ribu. Diharapkan pedagang berjualan tidak melebihi harga ambang batas yaitu Rp 32 ribu pekilonya. 

Namun, pendistribusian bawang putih dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi di Pasar Angso Duo Baru dinilai mengecewakan pedagang. Sebab, pedagang yang seharusnya bisa mendapatkan bawang putih murah dengan kupon tidak bisa mendapatkannya karena kehabisan stock. 

Salah satu Pedagang bawang, Masni Ambon mengatakan dirinya selama dua hari berturut mendapatkan kupon. Akan tetapi, saat ingin ditukarkan dan membelinya selalu kehabisan stock bawang putih. 

"Lah duo hari kami dak kebagian dak pacak jualan," ujarnya kepada wartawan, Senin (29/4/2019).

Ia sangat menyayangkan bawang putih yang disediakan tidak sesuai dengan kupon yang diberikan kepada pedagang. 

"Seharusnyo barang yang disediokan tuh sesuai kupon yang dikasih, ini idak kurang terus," tuturnya. 

Hal senada juga diutarakan pedagang lain yang menyayangkan tidak dapat kebagian bawang putih murah. Padahal, kupon sudah ada. 

"kami nak nukar kupon kami di toko TPID tuh dakbiso lagi bang, habis stoknyo kato orangtuh," sebutnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pengelola Pasar Angso Duo Baru, Purnomo Sidi menuturkan bahwa pedagang tetap bisa menukarkan kupon. Akan tetapi langsung datang ke gudangnya, sebab stok bawang putih yang dibawa ke toko TPID terbatas. 

"Bagi pedagang yang telat mengambil dan kehabisan stok bawang, mekanismenya ambil digudang stoknya ada masih banyak," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi, Ariansyah menyebutkan bawang putih murah diperuntukkan kepada pedagang yang sehari - harinya memang berjualan bawang putih.

"Ada beberapa pedagang yang ambil kesempatan, jadi kita pakai sistem kupon," ujarnya.