Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya ditentukan oleh akses permodalan dan pasar, tetapi juga kualitas kepemimpinan serta kapasitas tim kerja di dalam perusahaan. Kesadaran tersebut menjadi dasar penyelenggaraan Leadership & Team Building Bootcamp for Employee yang digelar Komunitas Pengusaha TDA (Tangan Di Atas) Kota Jambi.

Pelatihan yang berlangsung pada 1–2 Juni 2026 di Meeting Room Maulidia Convention Center itu dibuka Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dan diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai pelaku UMKM di Kota Jambi. Kegiatan difokuskan pada penguatan kepemimpinan, peningkatan inisiatif kerja, komunikasi antartim, serta pembentukan budaya kerja yang lebih solid untuk mendukung pertumbuhan usaha. Dalam sambutannya, Diza menilai pembangunan dunia usaha membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan visi dan membangun kekuatan tim secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan momentum membangun leadership dan team building mengenai arah, sasaran, dan target yang ingin dicapai perusahaan sebagai satu kesatuan,” ujarnya. Menurut Diza, keberhasilan perusahaan tidak hanya bergantung pada kemampuan pemimpin mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana membangun chemistry dan karakter dalam tim kerja. “Sebuah perusahaan ketika ingin pencapaian omzet bisa terwujud harus mampu membangun chemistry yang baik. Salah satu tujuannya adalah membentuk karakter di dalam tim,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Jambi saat ini juga menjalankan Program Balai Latihan Kerja Tematik (BALIKAT) sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk bagi calon wirausaha dan pelaku UMKM. Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan berbagai keterampilan, termasuk penguatan leadership dan kompetensi kerja agar lebih siap menghadapi persaingan usaha.

“Intinya, proses menjalankan usaha akan menjadi poin penting ketika pimpinan mampu melihat dan mengembangkan potensi karyawannya,” jelas Diza.

Menurutnya, penguatan kapasitas SDM menjadi semakin penting mengingat komposisi penduduk Kota Jambi saat ini didominasi generasi muda. “Populasi generasi muda di Kota Jambi mencapai sekitar 52 persen.

Artinya, di perusahaan-perusahaan pun banyak anak muda yang mengisi berbagai bidang pekerjaan,” ungkapnya. Karena itu, ia berharap pelatihan semacam ini dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus motivasi bagi peserta untuk membangun pola pikir bertumbuh dan berorientasi pada keberhasilan jangka panjang. “Mudah-mudahan pelatihan ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang sukses,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Eko Gaisten mengatakan bootcamp tersebut dirancang untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya pada level pemilik usaha tetapi juga tim pendukung di dalam perusahaan.

“Kegiatan ini memfasilitasi UMKM agar tidak hanya owner yang naik kelas, tetapi tim juga berkembang dan meningkat kapasitasnya,” kata Eko. Menurutnya, pertumbuhan UMKM yang sehat akan berkontribusi terhadap pembukaan lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah. “Melalui kegiatan ini diharapkan UMKM terbantu naik kelas dan tumbuh UMKM baru sehingga ekonomi semakin membaik,” tambahnya.

Pelatihan menghadirkan sejumlah praktisi dan tokoh bisnis nasional sebagai pemateri, di antaranya Presiden TDA 8.0 sekaligus pimpinan PT Idea Indonesia Tbk Eko Desriyanto serta VP TDA 8.0 Hernawan Adi Wibowo. Penguatan kapasitas melalui pelatihan kepemimpinan seperti ini dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi UMKM menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif. Tidak hanya mencetak pelaku usaha yang tangguh, tetapi juga membangun tim kerja profesional yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(uya)