Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kota Jambi untuk memaparkan capaian pembangunan, kondisi ekonomi daerah, serta arah kebijakan strategis yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu disampaikan Wali Kota Jambi, Maulana, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Jambi yang digelar di Gedung Swarna Bumi DPRD Kota Jambi, Selasa (2/6/2026).

Mengusung tema “Pertumbuhan dan Kemajuan untuk Kota Jambi yang Bahagia dan Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi refleksi perjalanan panjang Kota Jambi sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam pidatonya, Maulana memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Salah satu capaian yang menonjol adalah meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kota Jambi. Menurutnya, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Kota Jambi berhasil memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan senilai Rp1,96 triliun, sementara realisasi investasi mencapai Rp1,32 triliun. "Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan berbagai pihak terhadap potensi pembangunan dan iklim investasi di Kota Jambi," ujar Maulana.

Dari sisi fiskal daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi juga mengalami pertumbuhan signifikan. Realisasi PAD tahun 2025 tercatat sebesar Rp615,08 miliar atau meningkat 35,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka Rp455,25 miliar. Peningkatan tersebut turut mendorong pertumbuhan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi. Pada 2025, total APBD mencapai Rp2,013 triliun, naik 14,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,765 triliun. Kenaikan PAD dinilai menjadi indikator penting meningkatnya kemandirian fiskal daerah, sekaligus memperkuat kemampuan pemerintah dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.

Tidak hanya dari aspek ekonomi, sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Ketimpangan ekonomi yang diukur melalui indeks gini berhasil ditekan dari 0,395 menjadi 0,339. Sementara itu, inflasi tetap terkendali dengan capaian 1,73 persen pada April 2026, menjadikan Kota Jambi masuk dalam jajaran 10 kota dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia. Perbaikan ekonomi tersebut turut berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat. Angka kemiskinan turun dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen. Pada saat yang sama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi meningkat menjadi 82,32 dan masuk kategori sangat tinggi.

Selain memaparkan capaian, Maulana juga menjelaskan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus pembangunan tahun 2026. Di bidang perlindungan sosial, Pemerintah Kota Jambi memperluas Program Kartu Bahagia melalui penambahan 8.660 peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan tambahan tersebut, total penerima manfaat mencapai 15.740 orang, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya yang berjumlah 7.080 orang. Program tersebut menyasar pekerja rentan, petugas keagamaan, sekretaris RT, petugas pengelola sampah berbasis masyarakat, serta petugas rumah ibadah.

Sementara di sektor pendidikan, pemerintah daerah menyiapkan beasiswa bagi 2.013 siswa kurang mampu tingkat SD dan SMP, sekaligus merencanakan pembangunan dua sekolah baru serta revitalisasi 150 satuan pendidikan. Persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat juga menjadi salah satu agenda utama pemerintah kota. Melalui Program Kampung Bahagia, Pemkot Jambi mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Hingga saat ini, sebanyak 70 OPBM telah terbentuk dan melayani sekitar 200 RT. Program tersebut berhasil menutup 94 tempat pembuangan sampah, termasuk sejumlah titik pembuangan liar yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.

Di bidang keamanan, Pemerintah Kota Jambi juga akan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi melalui pemasangan lebih dari 1.100 kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan Jambi City Operation Center (JCOC) selama 24 jam. Menurut Maulana, berbagai capaian yang diraih Kota Jambi merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, DPRD, dunia usaha hingga masyarakat.

"Ini adalah hasil sinergi seluruh elemen masyarakat Kota Jambi. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Kota Jambi memiliki posisi strategis sebagai etalase pembangunan provinsi. Karena itu, berbagai kemajuan yang dicapai Kota Jambi diharapkan mampu sejajar dengan perkembangan kota-kota besar lainnya di Indonesia. "Kota Jambi adalah barometer bagi Provinsi Jambi. Karena itu kemajuannya harus mampu mengimbangi perkembangan kota-kota lain di Indonesia," ujar Al Haris. Peringatan HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625 tahun ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan transformasi Kota Jambi yang terus bergerak menuju kota modern, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, capaian ekonomi, perbaikan layanan publik, dan penguatan program sosial menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia yang berkelanjutan.(uya)